Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

RAMADHAN dan IDUL FITRI ala AUCKLAND

Auckland mulai dingin, dan tiba-tiba saya kembali dalam suasana bulan Ramadhan, padahal rasanya baru saja kemarin Idul Fitri dan Idul Adha 2014 dilewati. Tak terasa satu tahun berlalu dengan cepat kini sudah di pertengahan tahun 2015. Tiap tahun, Ramadhan dan Idul Fitri selalu berbeda. Jika tahun 2014 tahun lalu, saya merasa bahwa memulai bulan Ramadhan tidaklah mudah mengendalikan hati dan pikiran. Saat itu pilpres yang waktunya bersamaan dengan bulan puasa dan seumur hidup tak pernah terbayangkan bahwa pilpres yang saat itu hanya diikuti 2 kandidat bisa menjadi pertarungan hebat dari para pendukung masing-masing kubu. Akibatnya teman facebook saya yang memang amat terbatas dan hanya sedikit itu telah membuat saya pusing tujuh keliling, karena hilangnya kenikmatan membaca status-status menarik dan berganti dengan kampanye. Juga twitter yang campur aduk. Bahkan ada yang bisa melakukannya setiap hari dan berlanjut setelah pemilihan sekalipun. Sampai-sampai saya memutuskan...

TETEH, IBU MERTUA SAYA dan SAYA

Si  Tetèh, nama p anggilan Sunda di keluarga Jawa Anak perempuan kami, yang biasa kami panggil  Tetèh  seringkali begitu banyak mengingatkan saya pada ibu mertua. Kalau dilihat dari panggilannya saja, kata  Tetèh  sama sekali tidak ada hubungannya dengan asal-muasal saya yang keturunan Jawa asli. Sehingga kadangkala agak membingungkan teman-teman saya. Lebih mengejutkan lagi, jika bertemu dengan orang-orang yang baru mengenal saya dan terlanjur berbicara dengan saya dalam bahasa Sunda. Setelah yakin dan mengira saya asli Sunda..., eh ternyata di akhir cerita mereka bingung bahwa saya bukan Sunda, tapi punya anak dengan panggilan  Tetèh. Beginilah ceritanya. Memang saya adalah orang Jawa dan menikah dengan suami yang  keturunan Jawa-Sunda. Mertua saya almarhum sebetulnya memang orang Jawa asli, namun lama tinggal di Bandung. Sehingga hampir semua ke "Jawa"an beliau sudah banyak yang luntur. Sementara almarhumah ibu mertua saya adalah wa...

PARIS (bagian 2)

The Grande Mosquée, Bahasa Korea dan Museum Paris, dikenal sebagai kota yang cantik, kiblat mode, makanan enak dan juga museum-museum nya yang terkenal seperti  Musée du Louvre , Musée d'Orsay  dan  Musée Rodin .  Selain itu, karena telah membaca tentang sejarah dan kehidupan muslim di Perancis, maka jadwal berkunjung ke masjid besar The Grande Mosquée de Paris  yang terkenal di kalangan kaum muslimin itu masuk dalam daftar kunjungan, terutama karena adanya kisah tentang para muslim yang saat itu menyelamatkan kaum Yahudi  dari holocaust dan juga saat perang dunia ke 2. Agar sempurna alasan tersebut, yang paling tepat adalah sengaja pergi untuk sholat Jumat ke masjid tersebut. Maka inilah salah satu tujuan wisata bagi kami di Paris.  Jika dilihat dari peta, tempat pemberhentian bis terdekat ke arah masjid adalah di  Notre Dame  Cathedral.  Dari situ kami harus berjalan kaki sekitar 15-20 menit.  Naik taksi lebih mudah pasti...

PARIS (bagian 1)

LALU LINTAS yang menarik dan MAKANAN HALAL    Setiap perjalanan mengunjungi bumi Allah, dimanapun adanya, tempat tersebut pasti memiliki budaya, kebiasaan dan karakter yang berbeda dengan kehidupan kita sehari-hari. Bepergian, sama artinya dengan apa saja yang kita kerjakan, hendaknya memiliki hal yang bermanfaat agar tidak sia-sia niat dan pemakaian rejeki yang dihabiskan untuk melakukan perjalanan tersebut. Setidaknya, itulah yang kami ingin tanamkan pada anak-anak setiap kali melakukan perjalanan.  Ada kalanya jika diniatkan untuk menjadi perjalanan menyambung silaturahmi, mencari nilai-nilai untuk membuka pikiran dan juga mengenal lebih banyak keragaman agar terbiasa menerima perbedaan di sekitar kita, maka kita juga mendapatkan banyak hal seperti yang kita inginkan. Atau memperkenalkan anak-anak pada kehidupan nenek moyangnya di masa lalu, juga memberi keindahan tersendiri di dalam hati. Kali ini kami menghabiskan waktu bersama anak-anak untuk menjelajahi ke...