Skip to main content

Posts

BAHASA, BUDAYA dan IDENTITAS

NAMA dan IDENTITAS Hadis Rasulullah SAW. Beliau berkata, “ Anak-anak memiliki tiga hak atas ayah mereka. Yang pertama adalah mereka diberi nama baik. Yang kedua, mereka diberikan pendidikan yang baik; dan yang terakhir, mereka membantu mereka memilih pasangan yang baik,”  (Ibnu Najjar). Bahasa Indonesia itu keren. Semakin saya belajar khusus bahasa asing, semakin kagum dengan bahasa asal negeri Nusantara. Bahkan sejak pindah ke Auckland, New Zealand, saya senang bisa langsung mengenali nama khas dan asli Indonesia. Saat itu tahun 2005, Teteh yang saat itu masih berumur 10 tahun, kedatangan teman main, disebutnya "play date" kalau disini. Dari namanya, saya bilang kalau bapaknya pasti orang Indonesia. Teteh bilang, ngga mungkin temannya berdarah Indonesia, karena mukanya yang "bule" itu, tapi saya bilang bahwa nama temannya itu khas sekali. Saat mengantar memang ibunya bule. Waktu jemput, naaaaahhh......., benar dugaan saya, kalau bapaknya orang Indonesia.  Foto...
Recent posts

COVID 19 - PENJARA PANDEMI dan BERKAH RAMADHAN

Bagian 2 - Ramadhan Saya Kangen Almarhumah Ibu Mother's day 2020 Tulisan di hari ibu ini hanyalah pengingat ringan bagi kita semua dalam mendidik anak-anak kita. Anak adalah salah satu perhiasan dunia yang tak bisa kita bawa mati raganya, kecuali ilmu dan amalan yang telah kita ajarkan pada mereka.  “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”  [HR. Muslim no. 1631] Ibu saya adalah orang yang tidak pintar dalam agama, tapi beliau berusaha memintarkan kami dalam agama dengan rejeki bapak dengan memanggil guru agama untuk mengajarkan banyak hal. Walaupun yang mereka inginkan tidak semuanya bisa sesuai harapan dan jauh dari sempurna, tetapi usaha mereka tetap akan menjadi catatan amal. Bi'idznillah. Saya hanyalah salah satu perhiasan dunia bagi kedua orang tua saya, namun saya senang  jika memang bisa menjadi perhiasan yang memiliki arti i...

COVID 19 - PENJARA PANDEMI dan BERKAH DALAM DOA.

BAGIAN 1 - TERKABULNYA DOA Allah Subhanahu Watta'ala berfirman dalam Al Qur'an. "Berdoalah kalian niscaya Aku kabulkan.”  [Qs. Ghafir/40: 60)  Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya berdo’a (beribadah) kepada Rabb-ku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya  [Al-Jinn/72:20]. Wuhan, salah satu kota di Cina, tiba-tiba menjadi berita dan begitu populer di seluruh dunia di akhir  bulan Desember 2019. Penyakit Novel Corona virus (Corona Virus Disease - CoVid) yang kemudian dikenal sebagai Covid 19 menjadi epidemi di kota tersebut dan Pemerintah menutup kota untuk meng isolasi warganya selama beberapa minggu agar tak ada yang bepergian keluar dan menularkan penyakit ini ke kota-kota lain di Cina. New Zealand, negeri yang kami tinggali segera merespon kejadian ini bahkan sebelum ada satupun warganya mendapatkan penyakit ini. Maka saat mengetahui bagaimana cepatnya penyakit ini menular dan menyebar di beberapa negara seperti Thailand, Jepa...

Catatan: NEW YORK - AGUSTUS 2018

ANAKMU BUKAN MILIKMU Khalil Gibran Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu. Engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau. Engkaulah busur asal anakmu, anak panah hidup, melesat pergi. Sang Pemanah membidik sasaran keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasaNya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat. Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengas...

BERLIN CITY - SAKSI KEBESARAN HATI DAN MELEBURNYA EGO

Brundenberg Gate SAKSI SEJARAH PERSATUAN TIMUR DAN BARAT Setelah beberapa hari bernostalgia dan berbagi cerita tentang napak tilas di Bremen , kami meneruskan perjalanan ke Berlin dan berencana untuk melakukan pertemuan keluarga dengan keluarga mas Yongki, kakak ipar yang sedang mengunjungi putrinya di Kiel. Mas Yongki, adalah kakak suami saya dan putri pertamanya, Prasti, dulu kuliah di Jerman untuk menjadi dokter dan telah menetap di negeri ini.  Sekarang dia telah menjadi dokter dan kabarnya saat itu sedang berencana akan mengambil spesialis. Dia telah pula menikah, bersuamikan warga Jerman dan memiliki seorang anak laki-laki.  Inilah catatan singkat dan tips menjadi turis bersama keluarga di Berlin. Dari Bremen ke Berlin dapat ditempuh dengan beberapa cara, yaitu memakai mobil, kereta atau pesawat terbang yang rata-rata tidak jauh berbeda waktu tempuhnya. Maklumlah, di Jerman jalan tol nya (disebut Autobahn) dibangun dengan tekhnology tinggi sehingga bi...